konser amal Singing Toilet “Kepedulian sesama untuk Ngeden yang nyaman” :)

Screen Shot 2014-02-03 at 9.19.34 PM

Seberapa penting sih Toilet atau Peturasan buat kamu? bagi kami toilet adalah sebuah ruang yang sangat krusial dalam hidup, selain itu toilet sebuah ruang yang sangat pribadi dan tempat kita bisa bertindak jujur kepada diri kita sendiri tanpa harus dipengaruhi pendapat orang lain mengenai kita (apalagi bagi para diva kamar mandi yang konser tiap hari). Bagaimana bila kita tidak memiliki ruang itu? Selain secara siklus biologis pasti akan sangat berantakan bila panggilan alam tersebut tidak tersalurkan, secara psikis kita bisa sangat terganggu (heheh maaf kalo sok tau) karena kebutuhan ruang yang sangat pribadi tersebut tidak hadir, hahaha mungkin pemikiran itu hanya ada di kepala kami. Tetapi dapat dipastikan, pemikiran kami itulah yang membuat kita tanpa berpikir dua kali langsung menjawab bersedia untuk berpartisipasi dalam acara amal Singing Toilet.

mengantri tiket dan menyerahkan langsung sumbangan
mengantri tiket dan menyerahkan langsung sumbangan
sebagian kecil sumbangan yang terkumpul
sebagian kecil sumbangan yang terkumpul
panitia sedang menata sumbangan pakaian
panitia sedang menata sumbangan pakaian

Singing Toilet, sebuah nama yang sedikit menggelitik karena kata “nyanyi” dan “toilet” adalah kalimat yang mungkin hampir tak terpisahkan (hayo ngaku siapa yang tiap hari konser di toilet?). Namun kali ini toilet disediakan dalam ruang konser yang sangat luas, dengan ratusan kursi empuk, dingin dan para diva toilet dipersilahkan untuk bernyanyi bersama. Acara ini dibuat untuk bersama-sama memberikan ruang pribadi yang saat ini dibutuhkan saudara-saudara kita di tanah sumatera, sebuah sanitasi yang layak untuk mereka yang menderita di pengungsian, akibat meletusnya Gunung Sinabung.

produk yang dijual di acara Singing Toilet
produk yang dijual di acara Singing Toilet
kain bungkisan Indah Esjepe
kain bungkisan Indah Esjepe

Acara konser amal ini tidak hanya mempersilahkan para pemusik untuk menyumbang kemampuan mereka secara pro bono (pemusik tidak ada yang dibayar dan hasil penjualan tiket disumbangkan untuk pembuatan toilet) tapi juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk membawa berbagai keperluan sandang (pakaian layak pakai, popok, pembalut) untuk dikirimkan ke Sinabung atau daerah-daerah lainnya yang sedang dilanda bencana. Bagi kami yang memiliki produk-produk, panitia memberikan kesempatan untuk menjualnya di sekitar lokasi, 30% dari penjualan akan disumbangkan.

produk kami yang ikut serta dalam acara amal ini
produk kami yang ikut serta dalam acara amal ini

Ditengah cuaca yang mendung dan gerimis menyertai, pukul dua siang ternyata tiket acara sudah habis…bis…..padahal acara baru akan dimulai pukul 5 sore. Calon pengunjung yang tidak mendapatkan tiket walaupun sedikit kecewa, tetapi tetap tersenyum karena mereka tahu bahwa acara ini sangat sukses, berarti akan banyak sumbangan yang mengalir ke saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana.

ngintip Float dari belakang panggung
ngintip Float dari belakang panggung
endah n rhesa
endah n rhesa

Salut untuk penyelenggara dan semua pihak yang menyebabkan acara ini bisa berlangsung dengan baik, mohon maaf tidak banyak liputan lebih detil mengenai konser tersebut karena kami cukup sibuk melayani para pengunjung yang ingin membeli produk (sok laku) dan jangan lupa karena kami juga nggak dapet tiket masuk….kehabisaann…hehehhe.

Mbak Ati dan WSATCC yang lagi persiapan sebelum manggung
Mbak Ati dan WSATCC yang lagi persiapan sebelum manggung
penampilan Payung Teduh
penampilan Payung Teduh

keep indonesia close to your heart 🙂

-bruts-

Advertisements

@indonesier di Singing Toilet

sebuah acara baik Singing Toilet “sanitasi untuk sinabung”. senang kami bisa ikut berpartisipasi, semoga segala bencana dan musibah bisa segera berlalu dan kita bisa bangkit kembali bersama. 🙂

“keep indonesia close to your heart”

-adityayoga-

Imlek

Berbicara tentang Indonesia, tidak bisa lepas dari festival keberagaman. Berbagai budaya yang ada di tiap-tiap titik di Indonesia bisa dipecah menjadi berbagai budaya yang mempengaruhinya. Salah satu budaya yang banyak mempengaruhi terbentuknya budaya di Indonesia adalah kultur Cina. Budaya Cina terasa sangat indah berbaur didalam kultur kuliner, corak tradisi, hingga upacara-upacara di beberapa tempat.
indonesia-Imlek

Bersyukur kita hari ini dapat merayakan salah satu budaya yang membentuk budaya-budaya Indonesia. Untuk merayakan salah satu budaya ini, kami membuat sebuah desain yang mengambil unsur warna merah dan Eemas. pada budaya Cina merah bermakna kegembiraan, keberhasilan dan kebahagiaan, sedangkan warna emas melambangkan rejeki, sehingga diharapkan menjadi doa supaya di tahun yang akan datang rejeki akan berlimpah.

Tahun ini imlek merayakan pergantian Tahun Ular menuju Tahun Kuda, semoga ditahun mendatang segala sesuatu lebih mudah, dan Indonesia menjadi lebih baik dan semakin raya.

selamat hari raya Imlek.

“keep Indonesia close to your heart”

 

#JalanKaki 2014

sebetulnya kegiatan #JalanKaki sudah beberapa kali kami lakukan, dan hampir di setiap lokasi baru yang kita belum kenal, maka #jalanKaki menjadi salah satu menu yang wajib kita lakukan. Awalnya kami memiliki niat iseng, yaitu pengen merasakan trotoar yang ada di kota jakarta, sekaligus mempertanyakan mengapa banyak orang yang enggan untuk berjalan kaki untuk menikmati kotanya sendiri. Semenjak itu kegiatan #jalanKaki jadi salah satu kegiatan yang cukup sering kami lakukan. Kali ini #jalanKaki menempuh rute yang sangat menyenangkan, selain bisa mampir ke beberapa museum, kami juga menyempatkan untuk makan ditempat makan yang klasik dan pastinya enak. Peserta #jalanKaki kali ini : Omphandt, Mufti, Mellanie, Adit. Ini sedikit liputan #jalanKaki kami kemarin tanggal 25 Januari 2014 http://www.youtube.com/watch?v=8CafcHXXI_c   -bruts-

{bingkai nusantara} #5 Desa Pengotan, Kec. Bangli, Kab. Bangli, Propinsi Bali

‘Mbak Umi ada dimana? Sudah ramai sekali ni di Banjar!’
_6639289896_6566156408

Telepon dari Pak Bayer pagi itu langsung membuat kami secepat kilat menjadi siap. Kami segera menuju bale banjar yang sudah disepakati menjadi tempat untuk berfoto. Sampai disana ternyata masih sepi, saya telpon lagi Pak Bayer dan beliau bilang bale banjar tengah, banjar yang lain. Saya mulai bingung tapi memutuskan tetap bergerak ke bale banjar tengah. Sampai sana yang diwarnai mobil adis bemper lepas karena ketarik motor ternyata memang ramai sekali, dan lokasi banjar ini tepat ditengah-tengah perkampungan rumah ada Bali Aga.

Tapi tetap bukan bale banjar ini tempat perjanjian kami dengan Bapak Nyarka, Kepala Banjar Delod Umah. Akhirnya saya nelpon lagi, dan benar beliau meminta kami ke banjar yang sudah menjadi kesepakatan awal lokasi untuk motret, karena warga setempat sudah dihimbau untuk datang kesana. Bale Banjar Tengah merupakan banjar desa, sedangkan bale banjar yang akan kami pakai adalah Bale Banjar Delod Umah, banjar yang warganya kami undang kali ini.

_4671407244 _2353968099

Kami segera mempersiapkan satu studio sederhana di bale banjar, cepret-cepret-cepret untuk tes foto dan kemudian kami siap!
Kali ini tim kami adalah Mbak Endang, Ovie, Adis membantu sebagai pengarah gaya, Ove mencatat warga yang datang, Mufti fotografer utama di studio, Tobias dokumentasi foto kegiatan, Pandu dokumentasi video, dan ada saya plus Adit.

Hal yang paling mendebarkan ketika melakukan kegiatan ini adalah saat menunggu warga datang. ‘Apakah mereka datang ya?’ ‘Kali ini berapa keluarga’.. Tiap {bingkai.nusantara} yang sudah kami lakukan mempunyai cerita-cerita seru tersendiri, juga kali ini…
….

_2786298099 _8560023123
Ada dua anak kecil yang datang bilang kalau bapak ibu mereka dirumah, tapi mereka pengen ikutan foto, kami pun memperbolehkan dua sahabat cilik ini ikut di antrian foto. Ternyata di akhir-akhir waktu, dua anak ini berhasil ngajak seluruh keluarganya untuk ke Balai Banjar dan foto bersama!
….
Keluarga yang sudah lengkap sudah siap ada di studio, bapak ibu nenek cucu, dan tidak ketinggalan anjingnya!
….
_6661875978

Tiga nenek yang pastinya sudah bersahabat selama puluhan tahun minta difoto bertiga sebagai kenang-kenangan, tentu nek!
….
Ada anak kecil yang ketika sudah siap berfoto tidak mau senyum, tapi ketika bisa tersenyum, senyumnya lebar dan cerah sekali dengan mata yang berbinar-binar! Bahkan ketika pemotretan sudah selesai, anak ini masih tersenyum!

_4554560887_MG_3366
….
Si kakek datang sendiri ke pemotretan.. Si nenek datang sendiri ke pemotretan… Haruskan kami mengedit foto mereka dijadiin satu?
….
Ada pasangan kakek dan nenek yang ketika si kakek disuruh megang istrinya, dia megang ‘buah d*d*’ istrinya! Hihihihi, wajah si kakek jail banget!
….
Tantangan untuk pengarah gaya ketika motret di desa adalah susahnya mengajak mereka tersenyum, menjadi rileks, dan agak bergaya.. Tapi ada satu pasangan muda yang tanpa disuruh gayanya sudah mantap dan professional sekali!
….

_9774797070

Sebenernya masih banyak cerita dibalik pemotretan di Banjar Delod Umah, Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali kali ini. Tapi biarlah sebagian menjadi kenangan kami dan warga banjar. Jumlah KK kali adalah 64 dan ternyata warga yang kami potret bukan hanya warga Banjar Delod Umah, tapi dari banjar-banjar yang lain juga.

_3487066675 _3813124210

Terima kasih sekali untuk semua pihak yang membantu sehingga terlaksana kegiatan ini.

1. Pak Irwan dari Baliwoso yang sudah memberikan ide lokasi, memberikan kami tempat berteduh di Baliwoso.
2. Pak Nyarka, atas suara kerasnya dan kebaikan hatinya untuk terbuka menerima kami.
3. Pak Gatot, yang menemani kami selama pemotretan.
4. Pak Bayer, yang membantu komukasi kami.
5. Pak Gede dan Bli Kardi, yang dengan sabar membersihkan kekacauan yang kami buat di Baliwoso.
6. Warga Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali.
7. Tim yang sudah kehujanan, kelaparan, kedinginan… Terima kasih atas keikhlasan dan dedikasinya!

Untuk teman-teman yang ingin berpartisipasi untuk patungan membiayai produksi cetak dan pembelian bingkai, silahkan menghubungi kami lewat FB atau email: bingkai.nusantara.id@gmail.com.

-umi-

Tim {bingkai nusantara} Desa Pengotan, Bangli, Bali:
Ovie, Novi, Adis, Tobias, Endang, Umi, Mufti, Pandu, Adit

buat teman-teman yang ingin lebih mengenal {bingkai nusantara} silahkan langsung klik bingkainusantara.wordpress.com