All posts by indonesier

‘indONEsia’ konsep yang lahir bukan untuk politik

indONEsia ide sederhana yang terlahir tidak terkait politik.

Bagaimana kita menilai sebuah desain dahsyat dan standar saja? Pelajaran dasar desain hanya masalah teknis yang membuat sebuah desain menjadi komunikatif (mudah terbaca dan dipahami). Namun menurut saya desain yg dahsyat memiliki aspek yang lebih dari sekedar teknis dan hal ini menurut saya sangat subjektif.

Hingga hari ini saya masih belum bisa merumuskan bagaimana menciptakan.sebuah desain yang dahsyat, tapi saya tahu bagaimana menilai sebuah desain yg dahsyat menurut saya.

Bagi saya menilai sebuah desain yg bagus dan dahsyat cukup dengan jujur atas ungkapan yang keluar dari pikiran saya, dan ungkapan itu adalah “BRENGSEK, KNAPA GUE NGGAK KEPIKIRAN YA BUAT DESAIN KAYAK GITU?!”

Yup, ungkapan itu selalu keluar dari mulut saya setiap saya melihat sebuah desain yg dahsyat. Dan ungkapan itu keluar salah satunya disaat saya berhadapan dengan sebuah poster seukuran 80×100 cm di pameran poster “light of hope” pada tahun 2005, tidak banyak elemen grafis yg ditampilkan, tidak banyak warna yg terkandung dalam poster tersebut, bahkan penggunaan jenis hurufnya juga terbilang sangat standar. Namun poster bertulis indONEsia karya Mbak Divina Natalia saya nilai sebagai poster paling dahsyat diantara poster-poster lainnya yang tampak bercentil-centil ria dengan berbagai elemen desain.

Pameran poster ini diadakan untuk memperingati bencana tsunami di Aceh yg terjadi pada akhir 2004, sebuah kegiatan yang sangat jauh dari munafiknya dunia politik. Sebuah poster yang jeli melihat kata ONE di dalam kata Indonesia. Sebuah poster yang sangat mudah dibaca sebagai ajakan untuk bersatu atau menjadi satu dalam Indonesia menghadapi segala kondisi baik senang apalagi duka. Bukankah kita diajarkan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”?.

Semenjak poster itu keluar, banyak saya amati desain yang persis sama, entah sekedar aplikasi pada benda keseharian.sampai iklan komersial (tanpa ijin dari penciptanya lho). Banyak yang membela diri dengan berkata desainnya beda lho, hurufnya beda, atau warnanya beda tapi satu hal yang mereka tidak bisa pungkiri bahwa mereka menggunakan konsep yg sama. Pembedaan antara huruf ‘ind’ ‘sia’ dengan ‘one’ yang terletak diantaranya.

Dan yang paling menyedihkan menurut saya (mengingat saya fanatik dengan desain tersebut), penggunaan konsep indONEsia sebagai salah satu identitas mewakili kubu pilpres 2014. Sedih karena saya sangat merasa konsep desain ini ditujukan untuk sebuah persatuan Indonesia, bukannya untuk mengkotak-kotakkan salah satu pendukung sebagai pembeda dengan kubu lainnya. Apabila melihat banyaknya orang kreatif yang ada di pihak pengguna konsep tersebut, sangat disayangkan mereka tidak menciptakan.konsep baru dalam berkomunikasi, melainkan menyimpangkan sebuah konsep yang sangat jauh dari jahatnya dunia politik.

Posting ini saya buat tidak memposisikan sikap politik saya maupun konsep desain “indONEsia” pada salah satu kubu capres-cawapres yg saat ini bertarung, namun untuk memperingati bahwa hingga saat ini dunia desain yang terbukti sangat efektif digunakan dalam berkomunikasi belum dihargai seutuhnya.

Semoga dimasa yang akan datang, para orang ‘kreatif’ selalu menggali asal usul sebuah konsep sebelum menggunakannya.

Terimakasih untuk mbak Ina (Divina Natalia) yang membuat saya memperhatikan hal-hal detil didalam sebuah visual.

Salam

Keep indonesia close to your heart

-adityayoga-

Advertisements

Kami dan Garuda Merah di ‘I Love RI’

 

iloveri155

Halo semua, mohon maaf apabila tiba2 saya nongol dan ngoceh agak panjang 🙂

Perkenankan saya sedikit memberikan gambaran mengenai sebuah ikon yg sudah kami gunakan selama hampir tujuh tahun dan belakangan ini tampaknya ada ganjalan terkait dengan ikon tersebut. Mengenai ‘garuda merah’ yang digunakan oleh pasangan capres nomor urut satudan ikon “I (garuda) RI”

Pertama tama kami tekankan bahwa kami tidak ada kaitan apapun dengan kampanye politik kedua kubu. Ikon yg kami gunakan murni inisiatif individu tidak terkait sedikitpun dengan kegiatan politik.

Berikut sedikit kilas balik terkait ikon “I (garuda) RI”

pada medio 2007 saya mencapai titik muak pada semua aspek yang ada di negara ini. Namun kemarahan atas berbagai hal tidak memecahkan masalah yang ada. Lalu saya sampai di titik berpikir kenapa saya harus capek2 marah sedangkan saya tidak berbuat untuk negeri ini melalui profesi saya.

Mengingat tidak memiliki kemampuan yang memadai di berbagai hal kecuali bermain visual maka saya mencoba mengajak sekitar saya untuk melihat indonesia dari sudut yang positif (melalui visual). Setelah melakukan sedikit research akhirnya saya berinisiatif untuk mengambil inspirasi dari bahasa komunikasi ‘i love ny’ yang diciptakan oleh Milton Glaser untuk meningkatkan kecintaan warga akan kotanya.

Sedikit analisa menunjukan dasar bentuk siluet garuda sekilas nampak seperti shape hati (love), hal ini membuat saya bertanya apakah bila saya ganti komposisi huruf dan shape hati menjadi garuda bisa membuat indonesier lebih mencintai indonesia? Sebagai desainer saya juga tentu melakukan riset mengenai hukum yg berlaku baik dari sisi HAKI (mengingat bentuk yg terinspirasi dari karya milton glaser) dan penggunaan penyederhanaan lambang negara (pada hal ini membuat menjadi siluet atau bayangan).
Setelah meyakinkini kembali tujuan utama dari penciptaan ikon ini…maka saya memberanikan diri untuk
mempublikasikannya…dan tampaknya masyarakat dapat menerima dengan mayoritas mengucapkan sebagai ‘I love RI’.

Masalah tidak sampai di penciptaan ikon saja, keterbatasan kemampuan saya dalam menyebarkan ikon ini terhadang biaya yg tidak mungkin saya keluarkan melalui kantong saya pribadi dan setelah saya analisa menjadi sangat tidak efektif bila saya keluarkan dalam bentuk poster atau apapun kampanye sosial lainnya, maka menjadikan ikon ini diaplikasikan ke dalam bentuk kaos (awalnya) adalah sebuah rencana yg dipikirkan secara matang. Kami percaya bahwa kaos adalah salah satu media statement yg sangat kuat (anak metal pasti gak mau pake kaos jkt48 tho….vice versa dsb) maka…pemakai kaos ini akan menjadikan orang2 memiliki statement yg kuat mengenai kecintaannya pada indonesia. Dan saya memang mengharapkan untuk menarik garuda dari kesakralan yg semu, sebuah kesakralan yg berjarak dimana garuda pancasila hanya bisa saya lihat di atas dinding yang tidak terjangkau. Saya ingin mengajak semua untuk merasakan bahwa garuda adalah bagian dr keseharian kita yg jauh lebih sederhana, karena disitu saya lebih merasa dekat dengan semua nilai2 yg terkandung di dalamnya. Dan itulah kesakralan garuda bagi saya.

Saya dan teman saya melakukan berbagai inisiatif ini melalui situs sederhana https://hiduplahindonesiaraya.wordpress.com sebuah gerakan non politik dengan berbagai kegiatan yg sudah kami kerjakan selama ini, salah duanya adalah {bingkai.nusantara} (bingkainusantara.wordpress.com) dan @puisinegeri (twitter).

Banyak hal yg terjadi selama 7 tahun kami bergerak, dan satu hal yg kami pertahannkan adalah keinginan mengajak semua melihat indonesia dari sudut yg positif. Gerakan ini adalah gerakan non politik inisiatif saya dan teman saya Pandu Widhi, gerakan ini akan terus berkembang dan bercabang, karena kami percaya gerakan awal kami ini barulah tunas.

Masih banyak hal yg memang harus kami jelaskan terkait dengan inisiatif kami…semoga lain waktu bisa ditambah 🙂

“Keep indonesia close to your heart”

-adityayoga-

Senyum Untuk Indonesia


Fiuuffhh…setelah terjadi sedikit keterlambatan menayangkan program “senyum untuk Indonesia”, akhirnya sekarang kami bisa mempersilahkan semua teman-teman untuk memilih desain mana yang terbaik untuk dibeli.

langsung aja klik linknya senyum untuk indonesia

Jangan lupa….keuntungan dari penjualan kaos ini akan disumbangkan untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini sedang tertimpa musibah. silahkan dipilih desain terbaik dan jangan lupa…bantu sebarkan yaa….

keep indonesia close to your heart 🙂


preview-1-10preview-1-11 preview-1-3preview-1-2 preview-1-4preview-1-5preview-1-7Screen Shot 2014-02-19 at 3.06.31 PMpreview-1-12

Kelud, Lembu Sura dan mitos Wage

Hampir semua gunung di Indonesia memiliki cerita yang menarik, dan bisa dilihat sebagai kearifan lokal dalam menghadapi aktifitas alam. Letusan yang berdasar cerita akan datang setiap 2 windu (1 windu=8 tahun) adalah luapan dendam Lembu Sura kepada Raja Brawijaya dan seluruh warga dibawah kerajaannya. Lembu Sura menyumpah pada saat dia dikubur hidup-hidup di sumur yang dia gali untuk melengkapi syarat menikahi Dyah Ayu Pusparani (putri dari Raja Brawijaya).

Lain dari kisah Lembu Sura, beberapa komunitas percaya bahwa Gunung Kelud selalu meletus pada hari pasar Wage. Dan kebetulan atau tidak, pada tanggal 13 Feb 2013 pulul 22.59 (sudah masuk Jumat Wage, berdasarkan penanggalan Jawa), gunung Kelud benar-benar mengeluarkan isi perutnya. Percaya atau tidak dengan hal tersebut, bukanlah menjadi sesuatu yang penting, tidak ada cerita yang timbul atau dibuat tanpa dasar dan tujuan, menjadikan semua tersebut sebagai peringatan dalam meningkatkan kewaspadaan adalah hal yang terbaik menurut kami.

Abu vulkanik dalam hitungan jam sudah menyebar melintasi provinsi memutihkan kota, puluhan ribu harus mengungsi menjauh dari tempat tinggal dan tempet kerjanya, masih panjang derita yang harus dirasakan warga sekitar gunung. Berita menyebar, mengatakan letusan gunung Kelud akan memicu aktivitas gunung berapi lainnya, semoga semua penduduk disekitar gunung selalu waspada mengamati gejala alam dan bencana lekas usai sehingga kita bisa kembali hidup normal.

“keep indonesia close to your heart”

 

Senyum Untuk Indonesiaku (panggilan untuk para desainer!!!)

gaban-banner-600x228

Sudah lebih dari satu bulan berbagai bencana beruntun melanda daerah-daerah di Indonesia, bahkan saudara kita di sekitar gunung Sinabung sudah merasakannya sejak lebih dari empat bulan yang lalu. teman-teman semua pasti sudah membaca dari berbagai media massa mengenai bencana yang membuat kita semua sedih. Sebagai saudara se-nusantara, apapun penderitaan saudara kita di pelosok nusantara, terasa menjadi tanggung jawab kita untuk ikut membantu.

Berbagai usaha dari berbagai tempat dengan berbagai bentuk terlihat dilakukan demi membantu saudara-saudara kita meringankan bebannya. Beberapa waktu lalu kami bersyukur sempat mengikuti sebuah acara konser amal “singing toilet” yang diadakan untuk membantu pembuatan sanitasi untuk pengungsi Sinabung. Sangat senang melihat antusias pengunjung untuk membantu baik turut menyaksikan langsung konsernya, membawa berbagai keperluan sandang yang akan dikirim atau sekedar membeli beberapa produk di sekitar lokasi acara yang 30% dari keuntungannya akan disumbangkan.

Kali ini kami ingin mengajak para teman-teman desainer untuk ikut menyumbang, mengapa hanya teman-teman desainer yang diundang? karena pada tahap awal yang dapat disumbangkan adalah karya desainnya, karya desain para teman-teman desainer akan dicetak di dalam kaos yang selanjutnya akan dijual, dan sudah pasti keuntungan dari penjualan kaos tersebut akan disumbangkan ke pihak-pihak yang kompeten mengurusi kebutuhan pengungsi.

Dalam kegiatan ini kami bekerjasama dengan GantiBaju.com (berkaitan dengan kompetisi desain) dan tees.co.id. Mengapa desain ini dikompetisikan? Kompetisi diadakan untuk menyaring desain-desain terbaik. Sehingga dapat dijual desain dengan nilai jual sangat tinggi, diharapkan dengan hasil desain kompetisi ini banyak penjualan kaos yang terjadi. Dengan teknik cetak DTG (direct to garment) banyak hal positif yang bisa didapatkan, selain tidak ada baju yang terproduksi percuma (kaos yang diproduksi hanya kaos yang dipesan, sehingga stok tidak menumpuk), sistem cetak DTG juga memungkinkan kita mendisain tanpa batasan warna dan kemampuan gradasi. untuk teknis lebih detil silahkan langsung klik link berikut http://www.gantibaju.com/blog/2014/02/submission-amal-senyum-untuk-indonesiaku/

indonesier33

Tema yang diangkat inisiatif ini adalah “Senyum Untuk Indonesiaku”, karena kami yakin segala masalah akan dapat segera diatasi dan dihadapi dengan tabah, apabila kita dengan besar hati menerima dan berani bangkit, dengan senyuman segala cobaan akan semakin mudah dilewati, dengan senyuman semua pihak akan saling cair, bahu membahu membantu yang kesulitan. Dengan senyuman segala beban terasa lebih ringan. Desain yang kami harapkan adalah desain yang sangat menarik memiliki nilai positif, tanpa harus mengungkit secara langsung bencana yang terjadi, secara umum desain yang membahas mengenai positifnya atau mengandung elemen  Indonesia akan jauh lebih baik. Hal ini bertujuan supaya desain yang digunakan tidak lekang oleh waktu.

Semoga dengan inisiatif ini kita semua dapat membantu meringankan beban para saudara-saudara yang terkena bencana, kami tunggu desain-desain teman-teman semua.

“keep Indonesia Close to Your Heart”

-adityayoga-

hiduplahindonesiaraya.com