Kelud, Lembu Sura dan mitos Wage

Hampir semua gunung di Indonesia memiliki cerita yang menarik, dan bisa dilihat sebagai kearifan lokal dalam menghadapi aktifitas alam. Letusan yang berdasar cerita akan datang setiap 2 windu (1 windu=8 tahun) adalah luapan dendam Lembu Sura kepada Raja Brawijaya dan seluruh warga dibawah kerajaannya. Lembu Sura menyumpah pada saat dia dikubur hidup-hidup di sumur yang dia gali untuk melengkapi syarat menikahi Dyah Ayu Pusparani (putri dari Raja Brawijaya).

Lain dari kisah Lembu Sura, beberapa komunitas percaya bahwa Gunung Kelud selalu meletus pada hari pasar Wage. Dan kebetulan atau tidak, pada tanggal 13 Feb 2013 pulul 22.59 (sudah masuk Jumat Wage, berdasarkan penanggalan Jawa), gunung Kelud benar-benar mengeluarkan isi perutnya. Percaya atau tidak dengan hal tersebut, bukanlah menjadi sesuatu yang penting, tidak ada cerita yang timbul atau dibuat tanpa dasar dan tujuan, menjadikan semua tersebut sebagai peringatan dalam meningkatkan kewaspadaan adalah hal yang terbaik menurut kami.

Abu vulkanik dalam hitungan jam sudah menyebar melintasi provinsi memutihkan kota, puluhan ribu harus mengungsi menjauh dari tempat tinggal dan tempet kerjanya, masih panjang derita yang harus dirasakan warga sekitar gunung. Berita menyebar, mengatakan letusan gunung Kelud akan memicu aktivitas gunung berapi lainnya, semoga semua penduduk disekitar gunung selalu waspada mengamati gejala alam dan bencana lekas usai sehingga kita bisa kembali hidup normal.

“keep indonesia close to your heart”

 

Advertisements